What?

More than you would ever know, more than I could ever show, more - much more

Minggu, 28 Oktober 2012

Yang paling aku takutkan sekarang adalah..

Kesadaran bahwa ternyata aku selama ini menyukaimu, melebihi seorang saudara

and why?

You will know how much it's worth until it lost...


Aku kangen dia ya Allah
sulit banget untuk jujur pada diri sendiri
dan untuk pertama kali ini aku berani bilang
aku kangen..

Kita lost contact. Bener bener nggak tau gimana keadaan dia disana
Kita baik baik aja waktu dia mau pergi
Tapi tiba tiba dia menghilang
Seperti berusaha menghilang

Dia begitu aktif di sosial media
menyebut nyebut nama pacarnya
well, itu haknya, aku sama sekali tidak mempermasalahkan itu

Banyak orang bilang dia berusaha menghilang dariku karena takut sama pacarnya
begitukah?
Tapi kenapa sepertinya tidak?

Kalau memang dia sudah nggak punya perasaan lagi padaku
kenapa kita nggak bisa jadi temen kayak dulu?

lagi lagi

Rabu, 17 Oktober 2012

Jadi, aku menemukan kata kata ini di tumblr nya dia

dan, rasanya :')


"Oh dear, jika dua orang memang benar2 saling menyukai satu sama lain. Itu bukan berarti mereka harus bersama saat ini juga. Tunggulah di waktu yang tepat, saat semua memang sudah siap, maka kebersamaan itu bisa jadi ‘hadiah’ yg hebat utk orang2 yg bersabar. Sementara kalau waktunya belum tiba, sibukkanlah diri utk terus menjadi lebih baik, bukan dengan melanggar banyak larangan. Waktu dan jarak akan menyingkap rahasia besarnya, apakah rasa suka itu semakin besar, atau semakin memudar."

- Tere Liye


Terlalu lelah untuk berjuang.
Yang bisa dilakukan sekarang, menyerahkan semuanya pada Tuhan,
Dia tau yang terbaik :')

Aku selalu berdoa untuk kebahagiaan kita

Semoga kamu selalu mendapatkan apa yang terbaik untuk hidupmu
Semoga aku selalu mendapatkan apa yang terbaik untuk hidupku




Dan semoga kita adalah yang terbaik untuk satu sama lain

fighting!

Minggu, 16 September 2012

ehm ehm~
sebenarnya agak malu sih, mau nulis di blog lagi
kesannya, nulis kalo butuh doang, kalo ingat doang (╥_╥)
maaf yaaa (╥﹏╥)

Insyaallah, aku bakal lebih niat buat nulis nulis disini
fighting! \(´▽`)/

a little truth

Dari semua ospek yang udah aku jalani sampai sekarang, nggak ada yang benar benar membebani pikiran. Apa karena udah biasa dimarahin ya? wkwkwk

masuk lewat telinga kanan, keluar lewat telinga kiri.

Tapi, justru ada hal yang lebih membebani pikiran. Dia.

Dia itu, teman masa kecil, I've known him for years. dari sebelum masuk tk kayaknya. dia, adik perempuannya, aku, dan kakakku. Kemana-mana kami bareng. Sepedaan bareng, main bareng, mutermuter bareng. Maklum, orang tua kami memang bersahabat karib. Di dalam kamus kami, kami bukanlah teman. Melainkan saudara. Saudara yang justru lebih dekat daripada saudara asliku sendiri.

Entah ini suatu keberuntungan atau tidak, aku dan dia memiliki umur yang sama. Kami menjalani kehidupan yang sama. Perasaan senang saat masuk tk, rasa deg deg an saat masuk sd, menjalani kedewasaan waktu smp, semuanya. dalam waktu yang sama.

Kalau ada yang bertanya, "itu siapa fer?" aku akan menjawab, "saudara".
Begitupun sebaliknya.

Keterkaitan kami sebagai saudara pun, sangaat dekat. Keluarga kami sering saling mengundang untuk makan bersama, jalan-jalan bersama, kami pun bahkan mengenal keluarga asli kami masing-masing dengan sangat baik.

Aku saudaranya, dia saudaraku. Aku menyayanginya seperti saudaraku sendiri.

Tapi entah sejak kapan, lama-lama situasi itu mulai berubah. Entah karena aku dan dia yang sudah mulai tumbuh dewasa dan mengerti posisi kami yang sebenarnya bukanlah ikatan darah, atau karena waktu yang sudah terlalu banyak kami habiskan bersama, atau rasa penasaran kami dengan apa sebenernya yang dimaksud dengan kata "sayang". Sampai sekarang pun, aku juga tidak bergitu mengerti.

Seiring waktu berjalan, aku merasa dia semakin berbeda. Badannya yang kian menjulang, melebihi tinggi badanku. Suara beratnya yang menggantikan suara kecilnya. Bahkan obrolan teman teman perempuanku tentang dirinya. Sejak kapan dia berubah menjadi seorang "laki-laki"?

Kesadaranku bahwa kami telah tumbuh menjadi seorang remaja (mungkin terdengar cheesy, tapi aku tak menemukan kata-kata yang lebih pantas) membuat kami merasa aneh. Apapun yang kami lakukan berdua terasa "awkward". Ada hal-hal yang tidak sepantasnya dilakukan oleh anak perempuan dengan anak laki-laki sedekat apapun mereka, bukan?

Akhirnya kami pun, (tanpa aku sadari) semakin menjauh. Zona pertemanan kami pun berbeda. Aku menjalani kehidupanku sendiri, begitu pula dia.
Sampai dia menyatakan perasaannya padaku, aku hanya diam. Tidak tau harus berbuat apa. Orang-orang di sekitarku berkata aku mulai menjauh. Sikap yang aku sesali sampai sekarang. Tapi mau bagaimana lagi? aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa

Sampai sekarang pun, aku masih merasa seperti itu. Dinding antara dia, dan aku.
Aku masih tidak tahu bagaimana menerjemahkan perasaanku sendiri. Aku pun memiliki orang yang kusayangi, kamu. Tapi rasanya, dia, dan kamu memiliki ruangan yang berbeda. Rasa sayangku ke dia, dan rasa cintaku ke kamu.

Dan akhirnya pun dia pergi, ke tempat yang sangaaat jauh. Entah kapan bisa bertemu. 1 tahun lagi? 2 tahun lagi? atau bahkan 4 tahun lagi?

Ingin rasanya memperbaiki watu yang telah hilang. Meluruskan miskomunikasi yang ada.
Menghancurkan dinding antara aku dan dia, mengumpulkan keberanian dan berkata, "halo, gimana kabarmu sekarang?"

Entah kapan keberanian itu akan datang.

thingking..

Kamis, 03 Mei 2012

halo, sudah lama gak ngeblog. dan sekalinya ngeblog. galau.
hehe

sebenernya udah lama mau nulis2, but I just can't find the exact words to express what I truly feel

life is making fun of me right now
atau kita biasanya bilang "karma"

karma

ya karma

aku percaya karma itu ada, tapi aku gak benar benar percaya sampai aku sendiri yang ngerasain.
hidup memang adil ya :')

Mungkin karma memang perlu, buat nyadarin kita gimana rasanya menjadi orang yang mungkin pernah kita sakitin.
Buat ngingetin kita untuk selalu memkirkan apa yang seharusnya kita perbuat agar gak menyakiti hati orang lain.
daaan, untuk gak melakukan sesuatu yang bakal bikin kita nyesel nantinya

karma membuat aku berpikir, "oh, jadi gini ya rasanya dulu dia"
and I feel like I am a terrible person. sorry :(



k.a.r.m.a
jangan pernah main main sama hidup
hidup cuma sekali dan jangan sampai kamu melakukan sesuatu yang bakal kamu sesali nanti :)

robot

Jumat, 06 April 2012

bisa nggak sih kita jadi mati rasa?

maksudku, saking seringnya kita terluka, kita jadi lupa rasanya terluka itu gimana. terluka menjadi sebuah "kebiasaan" yang nggak perlu kita obati lagi.

Setiap terluka, mencoba untuk menutupi luka dengan berpura-pura bahagia. Nggak ada apa apa. Sampai jadi "reflek". Setiap sedih, reflek pasang tampang "I'm fine thank you"

Aku iri sama orang yang bisa dengan mudah keluh kesah sama orang. Jujur, aku termasuk tempat curhat yang baik. dan aku seneng seneng aja kalo ada orang yang curhat sama aku. Itu tandanya mereka percaya kan sama aku?

tapi..

deep inside, i have my own problems which haven't been solved yet



Bahkan menangis pun, aku bukan orang yang gampang nangis. Lama-lama jadi berasa kayak robot. heartless.


Dan aku gakmau ini berlanjut terus (╥_╥)